Ingin kutulis namamu,
Di belakang barisan namaku
Kelak, saat bungabunga musim gugur
Jatuh dan perlahan hinggap di pelupuk matamu
serupa senja yang berkilauan
Ingin kutulis namamu,
Di belakang barisan namaku
Kelak, ketika derai hujan jatuh lembut
Membasahi pucukpucuk pinus
Lirih menyelinap dalam beranda kita
Tak cukupkah kau baca gumam hatiku
Saat kita membelah dingin malam
Menghantarkan kenang membayang
Dan kau pahatkan asa di langit malam
Untuk kemudian kau persembahkan
Di atas altar pengharapan
Ketika angin tak lagi menyapa
Dan malam tak mampu mengeja rasa
Ketika hujan tak ingin lagi berkelana
Hingga senjapun tampak tak merona
Kelak, ingin kutulis namamu :
( Timur Bandung, 17.08.2010 )
Di belakang barisan namaku
Kelak, saat bungabunga musim gugur
Jatuh dan perlahan hinggap di pelupuk matamu
serupa senja yang berkilauan
Ingin kutulis namamu,
Di belakang barisan namaku
Kelak, ketika derai hujan jatuh lembut
Membasahi pucukpucuk pinus
Lirih menyelinap dalam beranda kita
Tak cukupkah kau baca gumam hatiku
Saat kita membelah dingin malam
Menghantarkan kenang membayang
Dan kau pahatkan asa di langit malam
Untuk kemudian kau persembahkan
Di atas altar pengharapan
Ketika angin tak lagi menyapa
Dan malam tak mampu mengeja rasa
Ketika hujan tak ingin lagi berkelana
Hingga senjapun tampak tak merona
Kelak, ingin kutulis namamu :
Dibelakang barisan namaku
( Timur Bandung, 17.08.2010 )

Tidak ada komentar